Rabu, 28 Oktober 2015

Kamis, 29 Oktober 2015 | 10:24 WIB

KOMPAS.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jumat (25/9/2015).

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku tak khawatir atas seruan pengacara Eggi Sudjana untuk menangkapnya terkait pembelian sebagian lahan Rumah Sakit Sumber Waras. 

Permasalahan itu diduga terkait indikasi kerugian daerah yang mencapai Rp 191 miliar.  

"Silakan saja. Kamu kira gampang tangkap saya kalau satu lawan satu? Bilang sama Eggi Sudjana, lo kira gampang satu lawan satu?" kata Basuki di Balai Kota, Kamis (29/10/2015).  

"Lo main keroyokan, saya juga bisa main keroyokan," kata Basuki lagi.  

Basuki merasa tidak bersalah dalam pembelian sebagian lahan RS Sumber Waras. Sebab, program ini termasuk ke dalam program prioritas dalam Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUAPPAS) Perubahan 2014. 

Perencanaan pembelian lahan itu juga disepakati oleh DPRD DKI yang dipimpin Ferrial Sofyan. 

Selain itu, pembelian lahan RS Sumber Waras menggunakan nilai jual obyek pajak (NJOP) yang berlaku pada tahun pembelian atau tahun 2014. 

Pembelian sebagian lahan RS Sumber Waras itu bernilai Rp 755 miliar. Nilai itu di bawah harga pasar lahan tersebut per 15 November 2014 sebesar Rp 904 miliar.  

Eggi Sudjana sebelumnya mengajak pemuda Jakarta "TangkapAhok" pada hari Sumpah Pemuda 28 Oktober. Namun, wacana itu tidak terjadi hingga kini. 

"Kita jangan hanya berwacana di sini harus ada aksi lapangan. Kalau perlu, Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober nanti, kita lakukan aksi 'Tangkap Ahok'," kata Eggi dalam sebuah diskusi di kawasan Tebet, beberapa waktu lalu. 

Forum itu turut dihadiri mantan Panglima TNI, Djoko Santoso; mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto; dan Syahganda Nainggolan.
Kamis 29 Oktober 2015
Sumber:www.kompas.com



0 komentar:

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Like Box